logo Kompas.id
KolomEnggit, Api dari Dapur...

Enggit, Api dari Dapur Revolusi

Inggit menyisihkan kepentingan pribadinya untuk memiliki Soekarno, karena ia tahu suaminya milik rakyat Indonesia. Berkat pengorbanan itu, Inggit telah berperan besar dalam melahirkan dinasti politik modern Indonesia.

Oleh
PUTU FAJAR ARCANA
· 1 menit baca
Putu Fajar Arcana, wartawan senior <i>Kompas</i>
Kompas

Putu Fajar Arcana, wartawan senior Kompas

Soekarno punya panggilan kecil (sayang) kepada istri keduanya, ”Enggit”, untuk Inggit Garnasih. Inggit pun jika berbicara dengan suami yang didampinginya selama 19 tahun menyebut namanya sebagai ”Enggit”. Dalam kata enggit, selain terkandung perasaan sayang, juga ada kesan wilayah domestik, di mana tidak setiap orang bisa memasukinya. Begitu pun Inggit, akan selalu memanggil Soekarno dengan sebutan ”Koes” untuk Koesno.

Nama Koesno adalah nama yang digunakan Soekarno sampai usia 11 tahun. Ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, menggantinya menjadi Soekarno karena Koesno sering didera sakit. Inggit justru menggubah nama Koes yang telah dibuang oleh Raden Soekemi menjadi nama yang memiliki impresi kasih dan sayang. Begitulah Inggit, selalu seperti asal-muasal nama ”Hegar” (segar yang menghidupkan) dan ”Asih” (kasih sayang). Sementara kata ”Inggit” disebut berasal dari sejumlah uang seringgit. Jika seseorang mendapatkan senyuman dari Inggit, ia ibarat mendapatkan seringgit, dan karena itu diliputi kebahagiaan.

Editor:
SARIE FEBRIANE
Bagikan