logo Kompas.id
Kesehatan”Body Shaming” Candaan yang...

”Body Shaming” Candaan yang Bisa Berakibat Fatal

”Body shaming” seperti yang dialami atlet angkat besi nasional Nurul Akmal bukan hal remeh. Ejekan seolah candaan itu bisa berdampak buruk bagi psikolgi dan prestasi siapa pun korbannya.

Oleh
Angger Putranto
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/LaMMrd5YZduv7FSBRumyGZYz-x0=/1024x683/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/08/WEIGHTLIFTING-OLY-2020-2021-TOKYO_98143272_1627924499.jpg
AFP/MOHD RASFAN

Lifter Indonesia Nurul Akmal mengangkat beban pada kelas +87 kilogram, dalam Olimpiade Tokyo 2020, di Tokyo International Forum, Tokyo, Senin (2/8/2021). Nurul menempati posisi kelima dalam lomba itu.

Atlet angkat besi nasional Nurul Akmal yang baru saja berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 mendapat perlakuan tidak mengenakkan berupa body shaming setibanya di Tanah Air. Olokan yang mungkin berupa candaan tersebut bisa berakibat fatal bagi seseorang.

Peristiwa itu terjadi saat upacara penyambutan kedatangan para atlet di Bandara Soekarno-Hatta Kamis (5/8/2021). Saat nama lifter nasional itu disebut dan Nurul Akmal muncul, tiba-tiba ada suara celetukan seorang lelaki yang mengomentari tubuh Amel, panggilan Nurul Akmal.

Editor:
Andreas Benoe Angger Putranto
Bagikan