logo Kompas.id
InternasionalKrisis Energi Berdampak pada Ketersediaan Pangan Dunia

Krisis Energi Berdampak pada Ketersediaan Pangan Dunia

Pemerintah China memerintahkan perusahaan tambang batubara di Shanxi dan Mongolia meningkatkan kapasitasnya hingga 160 juta ton untuk mengatasi kekurangan pasokan. Krisis energi bisa berdampak pada produksi pangan.

Oleh
Mahdi Muhammad dan Kris Mada
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas

Foto yang diambil pada 22 Maret 2016 memperlihatkan seorang laki-laki berjalan di melewati pembangkit listrik tenaga uap milik Perusahaan Listrik Shanghai Waigaoqiao di Shanghai, China.

BEIJING, JUMAT — Krisis energi di banyak negara, terutama akibat lonjakan harga gas, membuat Pemerintah China meminta para petambang di dua wilayah utama penghasil batubara meningkatkan kapasitas produksi tahunan hingga 160 juta ton. Pada saat yang sama, krisis energi memperlihatkan kesulitan dunia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memicu krisis pangan.

Kekurangan listrik di China telah memicu perusahaan listrik melakukan penggiliran atau penjatahan aliran listrik, baik ke rumah-rumah maupun industri, melumpuhkan operasi industri yang mengancam pertumbuhan ekonomi. Pemerintah China semula telah membatasi produksi batubara untuk tujuan iklim global. Namun, Beijing, Jumat (8/10/2021), meminta 98 perusahaan tambang batubara di Shanxi untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunan 55,3 juta ton sepanjang sisa akhir tahun ini.

Editor:
Fransisca Romana
Bagikan