logo Kompas.id
InternasionalGerakan #MeToo di China, Hanya di Permukaan atau Kian Menukik

Gerakan #MeToo di China, Hanya di Permukaan atau Kian Menukik

Otoritas China mengambil langkah hukum dan memberi perhatian serius pada kasus kekerasan seksual, termasuk kasus-kasus yang melibatkan pesohor. Namun sejumlah pihak menilai langkah itu dilandasi pendekatan populisme.

Oleh Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
Memuat data...
AP PHOTO/NG HAN GUAN

Seorang perempuan mendorong koper melewati petugas keamanan di gerbang masuk ke kantor pusat Alibaba Group di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur, 27 Mei 2016. Alibaba, Minggu (8/8/2021), menyatakan sedang bekerja sama dengan polisi menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu pegawainya.

Akhir-akhir ini di China seolah muncul berbagai gebrakan terkait penanganan kejahatan pelecehan seksual. Mulai dari penangkapan megabintang Kris Wu, pekan lalu, hingga baru-baru ini pernyataan korporasi raksasa Alibaba untuk mendukung penyelidikan polisi terhadap salah seorang pegawainya yang diduga melakukan pelecehan seksual. Meskipun demikian, patut terus dipantau, apakah penanganan kekerasan seksual dan berbasis jender ini mencapai akar atau baru sekadar di permukaan.

Direktur Utama Alibaba Daniel Zhang mengeluarkan pernyataan pada Minggu (8/8/2021) bahwa perusahaan teknologi digital raksasa itu sama sekali tidak menoleransi pelecehan jenis apa pun, apalagi berupa kekerasan seksual. Pernyataan ini keluar setelah polisi mengumumkan penyelidikan terhadap salah seorang manajer di perusahaan tersebut.

Editor: Bonifasius Josie Susilo H, samsulhadi
Bagikan
Memuat data..