logo Kompas.id
InternasionalMenuju Pemilu Libya, Jerman Bersedia Mediasi Dialog Damai

Menuju Pemilu Libya, Jerman Bersedia Mediasi Dialog Damai

Sejumlah pihak ingin mengebut dialog damai di Libya agar negara ini bisa menggelar pemilu, Desember mendatang. Sejak Khadafy dilengserkan dan dibunuh tahun 2011, Libya mengalami kekacauan karena perebutan kekuasaan.

Oleh Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
Memuat data...

Anggota pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) berkumpul di kota Benghazi dalam perjalanan menuju medan pertempuran di sebelah barat kota Sirte, Libya, 18 Juni 2020.

BERLIN, SENIN — Pemerintah Jerman menawarkan diri menjadi penengah dalam perundingan damai antara pemerintah sementara Libya dan sejumlah fraksi militer yang menguasai berbagai wilayah di negara itu. Dialog damai ini ingin dikebut oleh sejumlah pihak agar pasukan asing beserta tentara bayaran bisa meninggalkan Libya sebelum pemilihan umum pada 24 Desember dilaksanakan.

Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di Berlin, Senin (21/6/2021). Menurut dia, setelah 10 tahun Libya bergejolak, dunia tidak bisa lagi menunda kesempatan melakukan dialog damai. Waktu dan tempatnya akan diumumkan belakangan.

Editor: Fransisca Romana Ninik W
Bagikan
Memuat data..