logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊKala Kalah dalam Perang Harga ...
Iklan

Kala Kalah dalam Perang Harga Minyak

Siapa mendapatkan keuntungan dari kejatuhan harga minyak? Apakah para pemilik kendaraan bermotor, juga negara yang miskin sumber minyak. Atau malah Rusia dan Arab Saudi -- dua negara pemicu kejatuhan harga minyak itu?

Oleh
BENNY D KOESTANTO
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/JFeH9AD0ha0cVd38gmKEab-4zQ0=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2FSAUDI-ARAMCOIPO_84596239_1572846490.jpg
REUTERS/HAMAD I MOHAMMED

Tanda penawaran saham perdana (IPO) Saudi Aramco terpampang saat konferensi pers perusahaan minyak Arab Saudi di Plaza Conference Center, Dhahran, Arab Saudi, 3 November 2019.

Kejatuhan harga minyak dua pekan lalu secara sekilas tampak telah menghadirkan pemenang. Pemenangnya adalah para pemilik kendaraan bermotor, juga negara yang miskin sumber minyak. Sebut saja Jepang, India dan bahkan China. Mereka yang kalah adalah Rusia dan Arab Saudi (dua negara pemicu kejatuhan harga minyak itu), mungkin juga Amerika Serikat sebagai penghasil minyak serpih. Namun apakah memang benar demikian?

Ada β€œharga” yang harus ditanggung atas keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk bergeming dengan runtuhnya kesepakatan soal penurunan produksi minyak dan dimulainya perang harga melawan Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Editor:
Pascal Bin Saju
Bagikan