logo Kompas.id
β€Ί
Ilmu Pengetahuan & Teknologiβ€ΊAncaman Bencana Meningkat,...
Iklan

Ancaman Bencana Meningkat, Tahun 2022 Lebih Kering

Setelah mengalami La Nina pada tahun 2020 dan berlanjut pada 2021, Indonesia pada tahun 2022 diprediksi akan lebih kering meski belum pada kategori ekstrem.

Oleh
Ahmad Arif
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/DoZdeR2r3tIYuJmQUutCPt3YJdE=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F20211114IDO16_1640591930.jpg
KOMPAS/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO

Pengguna jalan Trans-Kalimantan yang menggunakan roda dua menyewa jasa perahu kayu bermotor untuk mengantarkan kendaraan roda dua mereka melewati banjir, di Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (14/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS β€” Setelah dua tahun berturut-turut terjadi La Nina sehingga musim lebih basah, Indonesia harus bersiap menghadapi tahun lebih kering pada 2022. Selain antisipasi risiko ancaman kebakaran hutan dan lahan, bencana geologis juga bisa lebih mematikan karena tren meningkatnya populasi dan kegiatan ekonomi di zona rentan.

Tren kejadian bencana di Indonesia pada 2021 dan risiko ke depan ini disampaikan oleh para ahli kebencanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dalam diskusi daring, Senin (27/12/2021). Menjadi pembicara profesor riset gempa bumi BRIN, Danny Hilman Natawidjaja, serta profesor riset penerbangan dan antariksa BRIN, Muhammad Rokhis Khomarudin, dengan pembahas profesor riset bidang meteorologi dan klimatologi BRIN, Edvin Aldrian.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan