logo Kompas.id
β€Ί
Ilmu Pengetahuan & Teknologiβ€ΊHujan Menandai Kemarau Basah...
Iklan

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim hujan. Ini penanda kemarau basah serta penguatan fenomena La Nina.

Oleh
Ahmad Arif
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/XAOP8a0a8yxACkJ8JOegOWgdyuQ=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F09%2Fa7d4b8d2-ebca-4cac-ad8b-20c9c69940d0_heic.jpg
KOMPAS/YOLA SASTRA

Seorang anak bersepeda di jalan yang digenangi banjir di RT 001/RW 007, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumatera Barat, Kamis (10/9/2020) pagi. Hujan deras sejak Rabu (9/9) malam memicu banjir di sejumlah titik Kota Padang.

JAKARTA, KOMPAS β€” Hujan yang melanda Jakarta dan sekitarnya beberapa hari terakhir dipicu munculnya suplai massa udara basah berlebih yang bersifat temporer. Ini juga menandai kemarau basah akibat menguatnya fenomena La Nina. Sekalipun hujan masih berpeluang terjadi dalam tiga hari ke depan, hal ini belum menandai datangnya musim hujan.

”Untuk Jakarta, saat ini sebenarnya belum masuk musim hujan. Prediksi awal musim hujan di Jakarta antara dasarian satu dan dasarian ketiga bulan Oktober,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan