logo Kompas.id
β€Ί
Ilmiah Populerβ€ΊPenurunan Tanah Perparah...
Iklan

Penurunan Tanah Perparah Banjir Rob di Pantai Utara Jawa

Fenomena pasang surut dinilai bukan faktor utama yang menyebabkan parahnya banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah pada 23 Mei 2022.

Oleh
AHMAD ARIF
Β· 1 menit baca
Pekerja mendorong kendaraannya keluar dari kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/5/2022). Ribuan kendaraan para pekerja di kawasan itu terendam banjir rob selama beberapa hari lantaran ditinggal pemiliknya menyelamatkan diri saat tanggul laut di kawasan itu jebol pada Senin (23/5/2022). Kendaraan-kendaraan itu langsung dibawa ke bengkel untuk diperbaiki setelah terendam banjir rob setinggi 1,5 meter.
KOMPAS/KRISTI D UTAMI

Pekerja mendorong kendaraannya keluar dari kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/5/2022). Ribuan kendaraan para pekerja di kawasan itu terendam banjir rob selama beberapa hari lantaran ditinggal pemiliknya menyelamatkan diri saat tanggul laut di kawasan itu jebol pada Senin (23/5/2022). Kendaraan-kendaraan itu langsung dibawa ke bengkel untuk diperbaiki setelah terendam banjir rob setinggi 1,5 meter.

JAKARTA, KOMPAS β€” Fenomena pasang surut dinilai bukan faktor utama yang menyebabkan parahnya banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah pada 23 Mei 2022. Bencana ini terutama disebabkan oleh turunnya daratan di pesisir Jawa Tengah yang mencapai 10-20 sentimeter per tahun dan pada saat kejadian terjadi gelombang tinggi dan angin kencang serta jebolnya tanggul.

Analisis mengenai banjir rob di Semarang ini disampaikan Heri Andreas, ahli geodesi yang juga dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), saat menjadi pembicara dalam rapat koordinasi kebencanaan yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Jumat (27/5/2022).

Editor:
EVY RACHMAWATI
Bagikan