Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas membangun fasilitas sanitasi sehat untuk warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Oleh
MARIA SUSY BERINDRA, ALOYSIUS B KURNIAWAN
·3 menit baca
KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Resih (62), warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, di depan toilet bantuan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK), Rabu (19/6/2024). Dalam program sanitasi sehat, YDKK menggandeng Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuhaji membangun fasilitas jamban sehat dari dana pembaca harian Kompas/Kompas.id.
TANGERANG, KOMPAS — Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas atau YDKK telah menyelesaikan pembangunan fasilitas sanitasi sehat berupa jamban dan tangki septik (septic tank) di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak 50 fasilitas sanitasi sehat terbagi untuk lima desa. Harapannya, kebutuhan sanitasi warga bisa terpenuhi dan mengurangi pencemaran sungai.
Dalam program sanitasi sehat ini, YDKK menggandeng Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuhaji. Sasarannya adalah keluarga yang tidak memiliki fasilitas sanitasi memadai, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
YDKK telah menjalankan program sanitasi sehat sejak 2021. Sejumlah warga di beberapa daerah sudah menerimanya, seperti Surabaya dan Malang, Jawa Timur, serta di Solo dan Magelang, Jawa Tengah. Dengan program di beberapa daerah tersebut, setidaknya lebih dari 1.000 fasilitas sanitasi sehat telah terbangun.
”Kami senang membantu masyarakat mengatasi masalah sanitasi, membangun lingkungan yang sehat. Semoga saja sanitasi aman ini bisa berumur panjang. Warga bisa bertanggung jawab dengan sanitasi aman tersebut dan kami bertanggung jawab kepada pembaca,” kata Ketua YDKK Gesit Ariyanto dalam acara Peresmian dan Serah Terima Pembangunan 50 Jamban Aman, di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Rabu (19/6/2024).
Peneliti Senior Yayasan IKI Paschasius Hosti Prasetyadji mengatakan, masyarakat di Pakuhaji sangat terbantu dengan adanya bantuan pembangunan jamban dan septic tank. ”Hari ini, masyarakat senang bisa mendapat bantuan jamban. Mereka juga mendapat dokumen kependudukan dari dinas kependudukan dan catatan sipil sehingga mengurus masalah apa saja bisa lebih mudah,” kata Prasetyadji.
Di waktu yang sama, IKI juga membagikan dokumen kependudukan kepada sejumlah warga. Dokumen itu seperti akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan surat nikah.
Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) Gesit Ariyanto bersama Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuaji Siswoyo melihat septic tank di belakang rumah Nursilah di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (19/6/2024). YDKK menyalurkan dana pembaca harian Kompas/Kompas.id untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga serta mengurangi pencemaran sungai.
Bantuan bermanfaat
Salah satu warga Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, yang mendapat bantuan, Nursilah (35), merasa bersyukur dengan adanya fasilitas sanitasi sehat berupa jamban atau toilet dan septic tank untuk keluarganya. Dia bersama suami dan tiga anaknya tak perlu lagi pergi ke sungai untuk buang air besar dan buang air kecil.
”Sebelumnya, kami tidak pernah punya jamban. Biasanya selalu pergi ke rumah emak, yang sudah punya kloset,” ujar Nursilah sambil menunjuk rumah sebelah milik sang ibu, Resih (62).
Di rumah Resih, sebenarnya sudah memiliki jamban, tetapi tidak dilengkapi dengan septic tank. Dengan adanya bantuan dari YDKK, Resih bisa mempunyai fasilitas sanitasi sehat. Selain itu, dia juga bisa membangun bilik toilet di dalam rumahnya.
”Saya enggak perlu takut lagi kalau malam harus ke sungai. Dulu pernah suami kecemplung di sungai pas hendak buang air besar malam-malam,” kata Resih.
Rumah Nursilah dan Resih berjarak sekitar 50 meter dari sungai. Selama bertahun-tahun, Nursilah, Resih, dan warga sekitar Kecamatan Pakuhaji memanfaatkan sungai tersebut untuk buang air besar.
KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) Gesit Ariyanto bersama Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuaji Siswoyo melakukan serah terima pembangunan fasilitas sanitasi sehat dalam Peresmian dan Serah Terima Pembangunan 50 Jamban Aman, di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Rabu (19/6/2024). YDKK menyalurkan dana pembaca harian Kompas/Kompas.id untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga serta mengurangi pencemaran sungai.
Situasi serupa terjadi di kawasan pesisir, di mana banyak warga yang membuat kloset darurat langsung di atas sungai. Puluhan warga di pesisir juga mendapatkan bantuan pembangunan jamban dan septic tank dari program sanitasi sehat YDKK.
Ketua KSM Putra Pakuaji Siswoyo mengungkapkan, masih banyak warga di kawasan ini yang membuang hajat di sembarang tempat, ada yang di sungai, laut, ataupun di kebun. Kondisi ini tentu akan sangat mengkhawatirkan karena berpotensi mencemari lingkungan.
Kini, menurut Siswoyo, masyarakat tak kesulitan untuk membuang hajat. Septic tank dan kloset yang dibangun untuk warga juga diharapkan bisa bertahan lama, paling tidak selama dua tahun. Septic tank yang dibangun di setiap rumah berdiameter 80 sentimeter dengan kedalaman 1,5 meter.
Seluruh fasilitas sanitasi sehat yang telah dibangun YDKK bersama para mitra di sejumlah daerah di Indonesia dibangun menggunakan dana bantuan pembaca harian Kompas/Kompas.id. Dana dari para pembaca disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin, penanganan bencana alam, pembangunan rumah, sekolah, puskesmas, dan aneka bantuan kemanusiaan lainnya.
Yayasan DKK aktif menyalurkan dana bantuan pembaca harian Kompas/Kompas.id untuk menanggulangi bencana alam, kemiskinan, kesehatan, dan, pendidikan. Dana bantuan pembaca dihimpun melalui nomor rekening BCA 0123021433 atas nama Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas.