Berbagi Hadiah Terindah bagi Penyintas Gempa di Karamat
Warga Desa Karamat, Cianjur, bahagia saat air bersih mengalir ke rumah mereka.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F05%2F23%2F70dc2f07-97fa-4ad8-8e85-d9a9191a8383_jpg.jpg)
Warga RW 008 Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, bergotong royong membangun jaringan saluran air bersih dari mata air menuju rumah mereka, Rabu (22/5/2024). Habitat for Humanity Indonesia dan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas membantu memulihkan jaringan saluran air bersih warga Kampung Karamat yang rusak akibat gempa Cianjur pada November 2022.
Pertengahan April 2024, Adeng (38) meneteskan air mata. Bersama teriakan bahagia ratusan warga RW 008 Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, lainnya, dia terharu ketika air bersih mengalir di depan matanya. Perjuangan bersama sejak dua bulan sebelumnya tidak sia-sia.
”Itu hadiah Lebaran paling indah dalam hidup saya,” kata Adeng, Rabu (22/5/2024), sambil mengenang momen sekitar seminggu setelah Lebaran 2024 itu.
Wajar Adeng bahagia. Sebelumnya, banyak ujian mampir pada dia dan warga lainnya hampir dalam dua tahun terakhir.
Salah satunya, 21 November 2022 siang, gempa bermagnitudo 5,6 merusak ketenangan warga. Banyak rumah rusak di Cugenang membuat warga Karamat harus jadi pengungsi sejak itu.
Hidup di pengungsian, baik di tenda maupun rumah kerabat, jauh dari nyaman. Makan seadanya. Istirahat pun tak tenang. Kondisi itu diperparah dengan kemarau panjang di hampir sepanjang 2023.
”Air resapan di Lebak Salada, sumber air bersih kami, ikut mengering dan tercemar limbah rumah tangga. Untuk air bersih, kami dibantu warga kampung tetangga hingga donatur. Bahkan, muncul riak kecil di antara warga. Semua ingin mendapatkan air yang terbatas,” kata Adeng.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F05%2F23%2F2ff2698d-2de2-416b-9b38-ba7d7b915a1e_jpg.jpg)
Warga RW 008 Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, bergotong royong membangun jaringan saluran air bersih dari mata air menuju rumah mereka, Rabu (22/5/2024). Habitat for Humanity Indonesia dan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas membantu memulihkan jaringan saluran air bersih warga Kampung Karamat yang rusak akibat gempa Cianjur pada November 2022.
Pengalaman itu juga membuat Adeng dan warga langsung menerima tawaran Habitat for Humanity Indonesia dan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) di awal 2024. Warga diajak ikut serta dalam Program Penyediaan Air Bersih untuk Penyintas Gempa Cianjur.
Sebelumnya, Yayasan DKK terlibat merenovasi Puskesmas Pacet dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sarbini di Desa Sukamanah, Cugenang. Kedua tempat itu juga rusak berat akibat gempa.
Habitat juga sebelumnya sudah berkolaborasi dengan penyintas gempa Cianjur. Beberapa di antaranya saat mendistribusikan paket emergency shelter kits dan wash cleaning kits untuk 1.474 keluarga, 5 unit toilet komunal bagi 128 keluarga, dan 13 toilet individu, hingga pembersihan puing bekas gempa bersama 428 keluarga.
Berada di kaki gunung, Karamat sebenarnya punya potensi sumber air bersih melimpah. Salah satu yang terdekat adalah Mata Air Persemehan, sekitar 3 kilometer dari RW 008.
Lokasinya diambil dari nama lokasi persemaian kebun teh di dekatnya. Saat kemarau, debit airnya 1 liter per detik dan lebih banyak ketika musim hujan.
Berada di area Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, butuh izin pengelola kawasan untuk memanfaatkannya. Pengelola disebut sudah memberikan izin asalkan pemanfaatannya untuk warga.
Baca juga: Yayasan Dana Kemanusiaan "Kompas" Berikan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F05%2F23%2F4842b18c-8b8a-41f9-9176-74c6efa3f068_jpg.jpg)
Volunter muda Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) membantu pemasangan pipa saluran air bersih RW 008 Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (22/5/2024). Habitat for Humanity Indonesia dan Yayasan DKK membantu memulihkan jaringan saluran air bersih warga Kampung Karamat yang rusak karena gempa Cianjur pada November 2022 lalu.
Sejauh ini, penerima manfaatnya tercatat 525 warga atau 213 keluarga di RW 008 Karamat yang terbagi dalam tiga RT. Dibandingkan sembilan RW lainnya, RW 008 dianggap paling butuh sumber air dan pendampingan pengelolaannya.
Pembangunan penampungan air dimulai akhir Februari 2024. Warga yang sebagian besar buruh tani pun berbagi tugas.
Setiap RT mengirimkan minimal 10 orang per hari. Pengerjaan tetap dilakukan saat hujan turun deras hingga warga menunaikan ibadah puasa. Biasanya warga bekerja pada pukul 07.00-12.00 WIB.
Adeng mengatakan, warga bekerja sesuai dengan keahlian. Sebagai tukang ojek, dia dipercaya mengangkut material dari jalan menuju lokasi pembuatan bak air. Bukan perkara mudah karena jalannya berbatu dan tidak mudah dilintasi.
Peran ibu-ibu juga penting. Mereka menjamin makanan dan minuman warga setiap hari kecuali saat bulan puasa.
”Karena tidak mudah, ketika air mulai mengalir ke bak penampungan dekat rumah warga, kami bersorak bahagia dan bersyukur bersama,” kata Adeng.
Volunter muda
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F05%2F23%2Fc7b2a872-8cb0-4ae3-9240-cd44587439e7_jpg.jpg)
Spanduk terpasang saat warga RW 008 Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, bergotong royong membangun jaringan saluran air bersih dari mata air menuju rumah mereka, Rabu (22/5/2024). Habitat for Humanity Indonesia dan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas membantu memulihkan jaringan saluran air bersih warga Kampung Karamat yang rusak akibat gempa Cianjur pada November 2022.
Pada Rabu (22/5/2024), Volunter Muda DKK ikut membantu warga memasang pipa air di Desa Karamat. Untuk pertama kalinya, Yayasan DKK mengajak karyawan muda di Kompas Gramedia untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Dengan penuh semangat, 25 orang yang terbagi dalam dua kelompok membantu pemasangan pipa HDPE dari bak penampungan air ke rumah warga.
Setiap kelompok mendapat tugas, menggali tanah untuk saluran pipa air dan memasang pipa. Mereka langsung berbagi tugas, sebagian menggali tanah, sebagian lagi mengangkut pasir. Sambil bekerja, para volunter yang baru berkenalan itu juga saling melempar candaan.
Ade Marjuki atau Juki, salah seorang volunter, mendapat tugas menggali tanah. Peluh yang membasahi kausnya tak dipedulikan, tangannya cukup lihai menggunakan cangkul. Setelah kedalaman saluran pipa mencapai 40 sentimeter, Juki melanjutkan kerja dengan menarik pipa air yang ditanam ke saluran. Ada tiga pipa yang dipasang di jalur bak penampungan air ke rumah warga.
Ketika air mulai mengalir ke bak penampungan dekat rumah warga, kami bersorak bahagia dan bersyukur bersama.
”Senang sekali bisa ikut terlibat di Volunter Muda DKK. Dengan rasa tulus dan bahagia, lelah tidak terasa saat melakukan aktivitas di Desa Karamat,” kata Juki, karyawan KGXpress.
Keseruan terlibat menjadi volunter juga dirasakan Caroline, karyawan harian Kompas. Caroline yang mandapat tugas mengangkut pasir merasa senang bisa membantu warga Desa Karamat mendapat air bersih.
”Kalau kami di Jakarta bisa mendapat air bersih berlimpah, seharusnya warga yang lebih dekat dengan sumber air juga bisa mendapat lebih banyak lagi. Semoga bantuan kecil kami bisa membuat warga bahagia,” ujar Caroline.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F05%2F23%2F32368e09-73b2-4a0e-a0d0-faffc49378f2_jpg.jpg)
Siswi-siswi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sarbini di Desa Sukamanah, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, menyalami Kepala Sekolah Ema Hermawati, setelah selesai kegiatan belajar mengajar, Rabu (22/5/2024). Gedung PKBM Sarbini yang sempat hancur karena gempa Cianjur, berhasil dibangun ulang oleh Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, dan diresmikan penggunaannya kembali pada pertengahan November 2023.
Sebelum membantu warga memasang pipa air, volunter juga diajak menengok PKBM Sarbini yang dibangun Yayasan DKK. Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sarbini Ema Hermawati mengungkapkan, gedung yang diresmikan pada November 2023 ini sudah memberikan banyak manfaat bagi warga Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
”Di desa ini belum ada SMP sehingga gedung yang layak ini bisa dipakai anak-anak untuk belajar. Anak-anak di desa juga bisa melanjutkan pendidikannya, tidak putus sekolah. Selain kegiatan pendidikan, gedung ini juga dipakai untuk berbagai kegiatan. Salah satunya, kegiatan pemuda karang taruna,” kata Ema.
Kebutuhan dasar
Ketua Yayasan DKK Gesit Ariyanto menyampaikan, Yayasan DKK berharap pembangunan saluran air bersih untuk warga Desa Karamat bisa segera tuntas sehingga seluruh warga sasaran bisa terjangkau sepenuhnya.
”Keberadaan air baku yang bersih dan memenuhi syarat layak konsumsi adalah kebutuhan dasar warga yang patut diwujudkan dan dipastikan keberlanjutannya,” kata Gesit.
Manajer Proyek Program Penyediaan Air Bersih untuk Penyintas Gempa Cianjur dari Habitat for Humanity Indonesia Dani Agustianto bangga dengan upaya warga ”mengundang” air ke rumah masing-masing. Perjuangan berbulan-bulan kini berbuah manis.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F05%2F23%2Fa1f62e48-2f2f-46d5-bf23-886c022ab82d_jpg.jpg)
Volunter muda Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) membantu pemasangan pipa saluran air bersih RW 008 Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (22/5/2024). Habitat for Humanity Indonesia dan Yayasan DKK membantu memulihkan jaringan saluran air bersih warga Kampung Karamat yang rusak karena gempa Cianjur pada November 2022 lalu.
Total, warga membuat tiga bak. Berada 15 meter dari mata air dan tersambung pipa high density polyethylene (HDPE) berukuran 3 inci, ada bak pengolahan berukuran 3 m x 4 m x 2 m yang terbagi dalam tiga ruangan.
Selanjutnya, dari bak pengolahan, tersambung pipa HDPE sepanjang 3.000 m berukuran 2 inci adalah bak penampungan berukuran 3 m x 3 m x 2,5 m. Sekitar 15 meter dari bak penampungan itu ada bak pelimpas berukuran 2 m x 2 m x 1,5 m.
Dari bak penampungan, Dani mengatakan, air lalu disalurkan ke rumah warga menggunakan pipa HDPE berukuran 1,2 inci. Jarak rumah terdekat penerima manfaat sekitar 50 m dan terjauh 350 m.
Dani mengatakan, targetnya, air bisa mengalir ke rumah warga pada akhir Mei atau awal Juni 2024. ”Kerja sukarelawan dari Yayasan DKK yang ikut memasang pipa air sangat membantu kerja warga,” kata Dani.
Akan tetapi, Dani memastikan pendampingan di RW 008 Karamat akan tetap dilakukan meski air sudah mengalir ke rumah-rumah warga. Salah satunya pengelolaan air berkelanjutan.
Baca juga: PKBM Sarbini di Cianjur, Persembahan Pembaca "Kompas"
Ke depan, air akan diurus komite air. Tugas komite merawat, mengatur, dan mengelola tarif pemakaian air. Komite air akan diusulkan menjadi bagian unit usaha Badan Usaha Milik Desa Sukamulya.
”Kami ingin pendapatannya bisa terus menjamin air bersih dinikmati warga. Bukan tidak mungkin uangnya bisa digunakan untuk membiayai kepentingan warga lainnya, baik kesehatan maupun pendidikan,” kata Dani.
Air bersih yang dinantikan warga sebentar lagi mengalir di RW 008 Karamat. Kehadirannya diharapkan bisa ikut membasuh beragam kebutuhan dasar warga lainnya.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F05%2F23%2F78e7784e-0c27-469d-84f3-d6d38c8f3dcd_jpg.jpg)
Volunter muda Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) membantu pemasangan pipa saluran air bersih RW 008 Kampung Karamat, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (22/5/2024). Habitat for Humanity Indonesia dan Yayasan DKK membantu memulihkan jaringan saluran air bersih warga Kampung Karamat yang rusak karena gempa Cianjur pada November 2022 lalu.
Catatan: Pembaca yang hendak terlibat dalam program YDKK bisa transfer melalui rekening BCA 0123021433 atas nama Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas. Terima kasih.