Keindahan Karya Ketukangan dan Arsitektur di Bintaro
Ia juga ahli merangkai bahan-bahan terbarukan, menggabungkan kayu, batu, besi dengan lampu, musik, dan pewarna alami.
Oleh
ANDREAS MARYOTO
·2 menit baca
DOKUMENTASI FIN YOURDAN KASALI
Salah satu karya kolaborasi arsitek dengan pendiri fasilitas ketukangan seni Rootslab di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.
Bertahun-tahun lamanya para pengembang kawasan dan arsitek bertanya, apa solusi kelestarian bagi kawasan baru Indonesia? Semua arsitek dan pengembang selalu menjawab, tunggu ya!
Arsitek-arsitek modern kini menghadapi tekanan kelestarian (sustainability). Gedung-gedung pemerintah mensyaratkan 17 sasaran dalam SDGs. Dunia usaha dan sektor keuangan dituntut melakukan transformasi berbasiskan ESG (environment, social, dan governance). Gedung hemat energi, bahan-bahan daur ulang, penanganan air, keindahan natural, dan sebagainya.
Hari-hari ini, tiga arsitek besar Indonesia, yaitu Andra Matin, Budi Pradono dan Dani Wicaksono, memberi jawaban. Tentu mereka tidak sendiri. Mereka dibantu anak-anak muda milenial yang punya keterampilan tangan seni dan ketukangan, Fin Yourdan Kasali. Fin sudah lama mendirikan fasilitas ketukangan seninya yang bernama Rootslab. Bengkel seninya sudah didatangi utusan-utusan khusus dari Belgia, Spanyol, Singapura, dan para duta besar Uni Eropa.
Fin sedari awal menyukai barang-barang rongsok yang diolah kembali. Ia juga ahli merangkai bahan-bahan cat dan kimia terbarukan, menggabungkan kayu, batu, besi dengan lampu, musik, kedap suara alami, dan pewarna alam. Hasilnya Fin sering memenangkan kejuaraan-kejuaraan dan paviliun buatannya berhasil mengantarkan arsitek-arsitek ternama mendapat penghargaan.
Mulai 30 Oktobersampai9 November 2024, kolaborasi tiga arsitek ternama dengan Fin Yourdan Kasali bisa dilihat dalam pameran kolosal mereka di BDD (Bintaro Design District) di kawasan hutan Sampireun.
Dua karya utama Fin dengan kolaborasi para arsitek dan penggerak kreatif lainnya bisa disaksikan di sini. Di dalamnya tercakup kampanye kreatif, alat musik skala besar, soundwave, paviliun lestari, dan kreatif desain. Mereka menggabungkan bahan-bahan daur ulang dari proyek-proyek yang terbengkalai, kayu bekasstager dan bahan lain menjadi desain yang keren dan memukau. Cara mereka memadukannya melahirkan genre baru.
Karya mereka diminati para pengembang, pemilik mal, bahkan para pemuja bangunan indah keberlanjutan. Kedua karya Fin yang memenangkan beragam penghargaan itu bisa disaksikan dan bisa menjadi inspirasi, di antaranya Kinematic Pavillion 2.0, paviliun yang didaur ulang dari pameran ARCH:ID 2024, dan meraih Best Booth Awards Archid dan menang Good Design Awards.
DOKUMENTASI FIN YOURDAN KASALI
Karya lain yang merupakan kolaborasi arsitek dengan pendiri fasilitas ketukangan seni Rootslab di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.
Bersama aristek Kelvin Thengono, Grey Audio Lab, Digital Nativ, Ocra, dan Riyan Berlian, mereka membuat paviliun Unsung Heroes. Melalui kolaborasi enam tokoh di bidang yang berbeda melahirkan paviliun yang bisa menampilkan alat musik skala besar di mana pengunjung dapat berinteraksi dengan paviliun dan menciptakan alunan musik dengan metode gotong royong.