FotografiFoto CeritaKetika Seni Digelar Tanpa...
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Ketika Seni Digelar Tanpa Tepuk Tangan

Festival Lima Gunung XX kembali digelar secara diam-diam untuk menghindari timbulnya kerumunan. Pentas di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu digelar terbatas.

Oleh
FERGANATA INDRA RIATMOKO
· 1 menit baca

Dalam senyap, puluhan anak dan seniman pegiat Komunitas Lima Gunung berbaris rapi menyusuri jalan menurun berlapis beton menuju sebuah petak sawah yang sedang dikeringkan di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (29/8/2021). Tak satu pun alat musik digunakan untuk mengiringi langkah kaki peserta kirab acara Festival Lima Gunung XX yang digelar secara diam-diam.

Sederhana dan terbatas menjadi nuansa yang melandasi perhelatan seni itu. Komunitas Lima Gunung (KLG) yang beranggotakan seniman dari daerah sekitar lima gunung dan perbukitan, yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan perbukitan Menoreh, kembali harus menggelar hajat tahunan mereka dengan peserta seminim mungkin karena pandemi masih menimbulkan rasa ngeri.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/3G3gLqgDD5m9SRO-P10-DLzRIE4=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2Fad37de37-84a0-484a-a512-e78eab5ae1b8_jpg.jpg
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Pembagian Masker Sebelum Acara Berlangsung

Memuat data...
Memuat data...