logo Kompas.id
EkonomiIndustri Petrokimia Nasional...
Iklan

Industri Petrokimia Nasional Belum Terintegrasi

Dibutuhkan insentif yang lebih menarik dari pemerintah agar Indonesia bisa semakin cepat bersaing dengan negara lain.

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
· 3 menit baca
Tampak fasilitas di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/4/2023). Sebesar 82 persen produk dari kilang RU VI Balongan didistribusikan ke DKI Jakarta dan Jawa Barat.
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Tampak fasilitas di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/4/2023). Sebesar 82 persen produk dari kilang RU VI Balongan didistribusikan ke DKI Jakarta dan Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS — Industri petrokimia nasional yang belum terintegrasi optimal dan masih bergantung pada bahan baku impor menjadi tantangan sendiri pengembangan sektor ini. Integrasi perlu dilakukan untuk mengoptimalkan besarnya potensi di Indonesia.

Sejumlah tantangan dan tawaran solusi pada industri petrokimia diurai dan diulas dalam National Petrochemical Conference, yang diselenggarakan PT Tuban Petrochemical Industries di Jakarta, Senin (13/5/2024). Hadir dalam acara itu, antara lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Editor:
AUFRIDA WISMI WARASTRI
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000