logo Kompas.id
EkonomiKasus PMK Meluas, Penanganan...

Kasus PMK Meluas, Penanganan Mesti Serius

Temuan kasus baru penyakit mulut dan kuku bermunculan di sejumlah daerah. Sejumlah pihak berharap pemerintah lebih serius mengendalikannya.

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA, NIKSON SINAGA, VINA OKTAVIA, AMBROSIUS HARTO MANUMOYOSO, RUNIK SRI ASTUTI, NINO CITRA ANUGRAHANTO, KRISTI DWI UTAMI
· 1 menit baca
Sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku menyenderkan kepala di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (11/5/2022). Menurut pemilik ,Winarto, 37 sapi yang ada di kandang kini terjangkit penyakit mulut dan kuku semuanya.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku menyenderkan kepala di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (11/5/2022). Menurut pemilik ,Winarto, 37 sapi yang ada di kandang kini terjangkit penyakit mulut dan kuku semuanya.

JAKARTA, KOMPAS — Penyakit mulut dan kuku atau PMK merebak di sejumlah daerah sentra ternak di Tanah Air. Setelah Jawa Timur dan Aceh, PMK juga terdeteksi di Sumatera Utara, Jawa Tengah, Lampung, dan Kalimantan Tengah. Tanpa penanganan yang serius dan komprehensif, peternak bakal terpuruk dan rantai pasok daging berpotensi terganggu.

Di Sumatera Utara, PMK menjangkiti 598 ternak di dua kabupaten sentra sapi, yakni Langkat dan Deli Serdang. ”Hasil tes laboratorium untuk sampel dari Langkat dan Deli Serdang dinyatakan positif penyakit mulut dan kuku,” kata Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nuryani Zainuddin di Medan, Jumat (13/5/2022).

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan