logo Kompas.id
EkonomiKasus PMK Ditemukan di...

Kasus PMK Ditemukan di Lampung, Pemerintah Bentuk Satgas

Kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK ditemukan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Pemprov Lampung membentuk satuan tugas untuk melakukan pelacakan dan pengendalian kasus.

Oleh
VINA OKTAVIA
· 1 menit baca
Winarto menyemportkan cairan obat ke mulut sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (11/5/2022). Sebanyak 37 sapi yang ada di kandangnya kini terjangkit PMK. Ternak yang terkena wabah PMK terdeteksi di tujuh kecamatan di Kabupaten Gresik, yaitu Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Winarto menyemportkan cairan obat ke mulut sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (11/5/2022). Sebanyak 37 sapi yang ada di kandangnya kini terjangkit PMK. Ternak yang terkena wabah PMK terdeteksi di tujuh kecamatan di Kabupaten Gresik, yaitu Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme.

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Penyakit kuku dan mulut atau PMK ditemukan menjangkiti sapi di Desa Mulya Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Pemerintah daerah bertindak cepat membentuk satuan tugas pengendalian PMK untuk mencegah penularan penyakit yang lebih luas.

Kepala Dinas Peternakan Tulang Bawang Barat Nazaruddin menuturkan, awalnya pemerintah kabupaten menerima laporan dari sejumlah peternak bahwa ada 23 sapi yang sakit di Desa Mulya Jaya. Dari laporan tersebut, pihaknya bersama petugas dari Balai Veteriner Lampung dan Dinas Peternakan Provinsi Lampung langsung mengunjungi kandang ternak di desa tersebut pada Rabu (11/5/2022). Selain mengecek kondisi kesehatan hewan, petugas juga mengambil sampel untuk uji laboratorium.

Editor:
AUFRIDA WISMI WARASTRI
Bagikan