logo Kompas.id
EkonomiWabah PMK Tak Datang Tiba-tiba

Wabah PMK Tak Datang Tiba-tiba

Terlalu dini menyebut salah satu negara yang diduga jadi “titik keberangkatan” virus hingga masuk ke Indonesia dan menjangkiti ribuan hewan ternak. Namun, mewabahnya kembali PMK bukan tiba-tiba dan tanpa peringatan

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
· 1 menit baca
Petugas kesehatan hewan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memeriksa sapi di peternakan milik Pak Jaelani atau Pak Eeng di Jalan Pulokambing II, Kawasan Industri Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (12/5/2022). Pemeriksaan fisik hewan ternak dilakukan untuk pencegahan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain pemeriksaan fisik, petugas juga menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area kandang untuk menjaga kebersihan ternak dan kandang serta membunuh kuman penyakit, termasuk virus PMK.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Petugas kesehatan hewan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memeriksa sapi di peternakan milik Pak Jaelani atau Pak Eeng di Jalan Pulokambing II, Kawasan Industri Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (12/5/2022). Pemeriksaan fisik hewan ternak dilakukan untuk pencegahan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain pemeriksaan fisik, petugas juga menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area kandang untuk menjaga kebersihan ternak dan kandang serta membunuh kuman penyakit, termasuk virus PMK.

Tiga bulan sejak penyakit kulit infeksius Lumpy Skin Disease menyerang ratusan sapi di Riau, akhir April 2022 muncul lagi penyakit hewan ternak lainnya. Tak main-main, yang kini ”mampir” adalah penyakit mulut dan kuku, yang amat ditakuti. Penyakit mulut dan kuku atau PMK menyebar dengan sangat cepat serta berdampak pada ekonomi dan perdagangan.

Dua provinsi pertama ditemukannya wabah itu ialah Jawa Timur dan Aceh. Menurut data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, setidaknya hingga Rabu (11/5/2022) total ada 5.431 hewan ternak terjangkiti PMK di 6 kabupaten, yakni Gresik, Lamongan Sidoarjo, Mojokerto di Jatim serta Aceh Tamiang dan Aceh Timur di Aceh.

Editor:
NUR HIDAYATI
Bagikan