logo Kompas.id
EkonomiMenimbang Pilihan Teknologi...

Menimbang Pilihan Teknologi untuk Kereta Sumatera

Pulau Sumatera menjadi masa depan sasaran pembangunan kereta api Indonesia. Jalur yang belum tersambung mencapai 1.120 kilometer. Namun, pengembangannya menghadapi dilema, terutama terkait pilihan teknologi yang tepat.

Oleh
Stefanus Osa Triyatna
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/30KfmSX1sOla7ngU51e3ijDCBbA=/1024x683/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/05/IMG_1083_1622293200.jpg
KOMPAS/NIKSON SINAGA

Jalur kereta api layang membentang di sekitar Stasiun Besar Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/5/2021). Kementerian Perhubungan akan membangun kembali jalur layang hingga ke Binjai untuk mendukung kereta api perkotaan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

JAKARTA, KOMPAS — Pulau Sumatera dinilai menjadi masa depan sasaran pembangunan kereta api Indonesia karena potensinya. Namun, hingga kini sejumlah wilayah di Sumatera belum tersambung jaringan kereta. Di sisi lain, ada dilema terkait pilihan teknologi yang tepat.

Menurut Ketua Program Studi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Kekhasan Perkeretaapian ITL Trisakti Soemino Eko Saputro, Sumatera merupakan pulau masa depan Indonesia. ”Sebab, potensinya luar biasa,” ujarnya dalam webinar ”Meningkatkan Pemahaman Pengetahuan Teknis Kereta Api” yang diselenggarakan Perkumpulan Pensiunan Kereta Api (Perpenka) di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan