logo Kompas.id
EkonomiPariwisata di NTT Perlu Didesain Holistik dan Berkelanjutan

Pariwisata di NTT Perlu Didesain Holistik dan Berkelanjutan

Pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur harus dilakukan secara holistik dan berkelanjutan dan melibatkan semua pemangku kepentingan serta destinasi didukung dengan kreasi seni masyarakat setempat.

Oleh KORNELIS KEWA AMA/FRANSISKUS PATI HERIN
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA

Seorang perajin ukiran komodo di Desa Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (24/3/2021), menyelesaikan pesanan ukiran. Saat ini, kegiatan pariwisata di destinasi superprioritas Labuan Bajo bergairah kembali sehingga berdampak pada usaha kerajinan masyarakat. Namun, karena masih dalam masa pandemi, kegiatan pariwisata berjalan dengan tetap melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 berbasis kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE).

KUPANG, KOMPAS — Pembangunan pariwisata di Nusa Tenggara Timur perlu didesain secara holistik dan berkelanjutan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Setiap destinasi wisata sebaiknya didukung dengan kreasi seni budaya serta hiburan lokal dan tidak hanya mengandalkan destinasi wisata itu sendiri. Selama ini, unsur seni sebagai penguat pariwisata ditinggalkan pengambil kebijakan di bidang pariwisata.

Dosen Seni Musik Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang, Djohny Thedeens, di Kupang, Kamis (16/9/2021), mengatakan, Nusa Tenggara Timur memiliki potensi budaya, seni, dan sejumlah tradisi lokal begitu luas dan dalam, tetapi sampai hari ini tidak pernah dilirik pemerintah daerah untuk pengembangan pariwisata. Pariwisata masih dipahami sebatas keindahan alam bahari dan satwa liar serta sebagian kecil budaya lokal.

Editor: agnespandia
Bagikan
Memuat data..