logo Kompas.id
EkonomiPusat Belanja Dibuka dengan Penerapan Protokol Kesehatan Ketat

Pusat Belanja Dibuka dengan Penerapan Protokol Kesehatan Ketat

Pusat belanja atau mal serta daya tarik wisata (DTW) di Bali dapat dibuka dengan penerapan protokol kesehatan sangat ketat. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Bali menyambut optimistis kelonggaran bagi mal.

Oleh COKORDA YUDISTIRA M PUTRA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA

Pemerintah mengizinkan mal, pusat belanja, dan daya tarik wisata di Bali dibuka untuk pengunjung, tetapi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan pemindaian kode QR yang terkoneksi aplikasi PeduliLindungi menjadi wajib bagi pengunjung dan pegawai mal. Suasana di akses masuk sebuah mal di Kota Denpasar, Kamis (9/9/2021).

DENPASAR, KOMPAS — Setelah mengalami pembatasan operasional sejak diberlakukannya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat pada 3 Juli 2021, pusat belanja, perdagangan, dan daya tarik wisata (DTW) di Bali dibuka, tetapi dengan kewajiban penerapan protokol kesehatan sangat ketat. Pengelola mal dan pusat belanja menanggapi positif langkah pemerintah membuka mal dan pusat belanja meskipun masih dalam masa PPKM level 4.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bali Gita Sunarwulan menyatakan, pihaknya menyambut optimistis kebijakan terbaru pemerintah, di antaranya,melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Covid-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali yang diumumkan Gubernur Bali pada Selasa (7/9/2021). Gita menambahkan, APPBI Bali bersyukur karena pemerintah akhirnya mengizinkan mal dan pusat belanja di Bali kembali dibuka untuk pengunjung.

Editor: agnespandia
Bagikan
Memuat data..