logo Kompas.id
EkonomiIndustri Hulu Migas Masih Diperlukan pada Masa Transisi Energi

Industri Hulu Migas Masih Diperlukan pada Masa Transisi Energi

Di era transisi energi, yaitu meninggalkan energi fosil dan beralih ke energi terbarukan, peran minyak dan gas bumi tidak bisa semerta-merta dihilangkan. Bahkan, pemerintah menaikkan target produksi minyak dan gas bumi.

Oleh Mediana
· 1 menit baca
Memuat data...
DOKUMENTASI SKK MIGAS

Ilustrasi pengelolaan hulu minyak dan gas bumi atau migas di Blok Rokan, Riau. Sejak 9 Agustus 2021, Blok Rokan dikelola penuh PT Pertamina (Persero) menyusul berakhirnya kontrak Chevron yang puluhan tahun mengelola blok tersebut.

JAKARTA, KOMPAS — Industri hulu minyak dan gas bumi atau migas masih diperlukan di masa transisi menuju energi bersih dan terbarukan. Dalam menarik investasi hulu migas, pemerintah berkomitmen menyeimbangkan pengurangan emisi karbon dan mengoptimalkan energi terbarukan.

”Pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas bumi 12 juta standar kaki kubik per hari pada 2030 merupakan kunci untuk menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam pembukaan konvensi dan pameran Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA) ke-45 secara virtual, Rabu (1/9/2021).

Editor: Aris Prasetyo
Bagikan
Memuat data..