logo Kompas.id
EkonomiProduksi Minyak Blok Rokan Berpotensi Merosot

Produksi Minyak Blok Rokan Berpotensi Merosot

Dari 192 sumur, hari ini baru sekitar 100 sumur yang bisa dibor. Padahal, waktu alih kelola tinggal sekitar dua minggu.

Oleh M Paschalia Judith J
· 1 menit baca
Memuat data...
SUMBER: PERTAMINA

Kegiatan hulu migas PHE Offshore North West Java di laut lepas bagian utara Jawa Barat, Jumat (10/4/2020). Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini memilih tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

JAKARTA, KOMPAS — Produksi minyak dari Blok Rokan di Riau berpotensi merosot menjelang alih kelola dari PT Chevron Pasific Indonesia ke PT Pertamina (Persero) mulai 9 Agustus 2021. Penyebabnya adalah dari 192 sumur yang harus dibor, sejauh ini baru tercapai sekitar 100 sumur. Kontribusi Blok Rokan sangat penting bagi produksi minyak di Indonesia.

Menurut Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman, penyebab belum optimalnya pengeboran adalah terhambatnya pengadaan rig. Dibutuhkan 18 rig untuk mengebor 192 sumur tersebut. Dari pengadaan 10 rig hingga periode Juni-Juli, baru terealisasi enam rig.

Editor: Aris Prasetyo
Bagikan
Memuat data..