logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊSemakin Adaptif dengan...
Iklan

Semakin Adaptif dengan Teknologi di Banyak Lini

Tinggal di rumah bukan lagi jadi pilihan, melainkan cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Tak perlu risau, penjual dan pembeli kini sudah beradaptasi dengan situasi terkini dalam bertransaksi.

Oleh
DEWI INDRIASTUTI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/VQ-fFkZT09gD01Z2ob8d_crcSHM=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2F5aafcf72-330f-4db8-9be9-e36c09874c72_jpg.jpg
Kompas/Priyombodo

Pembatas dari plastik antara pengunjung dan petuga kasir di supermarket ritel di kawasan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Kamis (16/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, sebagian warga masih memilih untuk berbelanja langsung guna mendapatkan kualitas bagus produk yang dibeli. Namun, sebagian warga mulai mengandalkan belanja daring guna mengurangi kegiatan di luar rumah. Berdasarkan pantauan Kompas, di tengah ancaman virus korona baru dan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah, ketersediaan bahan makanan di pasaran, baik pasar tradisional maupun ritel, sangat memadai.

Manusia beradaptasi dengan kondisi dan situasi. Dalam pemenuhan kebutuhan pada masa pandemi Covid-19, transaksi jual-beli kian adaptif. Penjual dan pembeli tak melulu bertemu langsung, tetapi bisa lewat teks di layar telepon seluler. Pembayaran transaksi tak harus tunai, tetapi bisa lewat platform digital.

Rizky kembali duduk di sadel sepeda motornya. Sesaat ia menyeimbangkan badan di ujung depan sadel. Di bagian tengah dan belakang sadel, dus berbagai ukuran menumpuk dan melebar di kanan-kiri sadel, diikat tali. Semua kardus itu mesti diantarkan kepada pemilik masing-masing, sebelum hari berganti.

Editor:
dewiindriastuti
Bagikan