logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanDiaspora Indonesia dari 70...
Iklan

Diaspora Indonesia dari 70 Negara Bangun Kebersamaan

Misionaris dan diaspora Katolik Indonesia adalah bagian tidak terpisahkan dari komponen bangsa indonesia. Mereka adalah duta Indonesia yang mempromosikan nilai serta budaya Indonesia, seperti Persatuan Indonesia.

Oleh
PAULUS TRI AGUNG KRISTANTO
· 5 menit baca
Paus Fransiskus menyampaikan pesan kepada dunia atau dikenal dengan Urbi et Orbi (Untuk Kota dan Dunia) dari balkon Basilika Santo Petrus setelah misa hari Minggu Paskah di Vatikan. Foto itu dirilis oleh kantor pers Vatikan, Minggu (21/4/2019).
AFP/VATICAN MEDIA

Paus Fransiskus menyampaikan pesan kepada dunia atau dikenal dengan Urbi et Orbi (Untuk Kota dan Dunia) dari balkon Basilika Santo Petrus setelah misa hari Minggu Paskah di Vatikan. Foto itu dirilis oleh kantor pers Vatikan, Minggu (21/4/2019).

Baca Juga: Paus Fransiskus Serukan Perdamaian Ukraina di Hari Paskah

JAKARTA, KOMPAS -- Paus Fransiskus menyebut Indonesia sebagai pulau-pulau panggilan. Sebagai konsekuensinya, dalam konteks ini, adalah Indonesia tidak hanya berarti Gereja Katolik Indonesia, tetapi lebih luas lagi, yaitu warga, bangsa, dan negara Indonesia yang merupakan satu kesatuan.

Pesan Paus Fransiskus yang disampaikan dalam perayaan Vita Consacrata – Hidup Bakti -- pada 02 Februari 2022 itu menjadi ide dasar bagi pelaksanaan perayaan Paskah Bersama Diaspora Katolik Indonesia Sedunia dengan tema ”Indonesia to the Continents" (dari Indonesia ke Benua). Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Paskah Bersama Diaspora Katolik Indonesia AM Putut Prabantoro di Jakarta, Rabu (4/5/2022), pesan Paus itu diwujudkan dengan pelibatan sebanyak mungkin warga Indonesia, yang adalah bagian dari bangsa dan negara Indonesia, dalam kegiatan yang berlangsung secara dalam jaringan (daring).

Paskah bersama diaspora Katolik Indonesia, Indonesia to the Continents, akan dihadiri para perwakilan dan missionaris Indonesia dari 70 negara. Jumlah warga Indonesia yang terlibat, mewakili negara yang kini ditinggalinya, masih bisa saja bertambah. Kegiatan itu diadakan secara online (daring) pada Sabtu, 07 Mei 2022 pukul 15.00 WIB, dan dipersembahkan secara khusus kepada para misionaris Indonesia yang berkarya di luar negeri.

Untuk pertama kali, kegiatan Paskah Bersama Diaspora Katolik Indonesia Sedunia ini melibatkan lima komunitas yakni Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Missionaris Indonesia, Ikatan Rohaniwan-Rohaniwati Indonesia Di Kota Abadi atau Roma (IRRIKA), Jaringan Keluarga Katolik Indonesia (KKI) Diaspora Sedunia, dan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), serta didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tahta Suci (Vatikan).

Alasan pelibatan lima komunikas Katolik Indonesia itu, menurut Putut, adalah mewujud-nyatakan pesan Paus Fransiskus. “Paus dengan tegas menyebut Indonesia sebagai pulau-pulau panggilan. Sebagai konsekuensinya, Indonesia tak hanya berarti Gereja Katolik Indonesia, tetapi lebih luas lagi," jelas Tenaga Ahli Profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) bidang Ideologi dan Sosial Budaya tersebut.

AM Putut Prabantoro, Ketua Panitia Paskah Diaspora Katolik Indonesia 2022 dan Tenaga Ahli Profesional Lemhannas.
TRA

AM Putut Prabantoro, Ketua Panitia Paskah Diaspora Katolik Indonesia 2022 dan Tenaga Ahli Profesional Lemhannas.

Baca Juga: Meningkatkan Pengaruh Diaspora Indonesia

Perayaan itu akan diawali dengan misa konselebrasi oleh Pastor Leonardus Mali Pr dari Roma (Italia), bersama Pastor Agustinus Purnomo MSF di Oslo, Norwegia) serta Pastor Paul Halek SSCC (Roma), dan Pastor Markus Solo Kewuta SVD di Vatikan. Di Roma, Leonardus Mali, yang juga Penasihat Panitia mengungkapkan, tradisi perayaan Natal dan Paskah bersama secara virtual dilakukan Jaringan KKI Diaspora Sedunia sejak tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19.

Iklan

“Meski tema tahun ini. adalah Indonesia to the Continents, tetapi secara makna tetap sama dengan tema tahun-tahun sebelumnya, yakni (dari) Indonesia untuk Seluruh Dunia. Perayaan kali ini diharapkan lebih luas dan meriah, karena dipersembahkan dan sekaligus melibatkan misionaris Indonesia yang saat ini sedang bermisi di 70 negara di seluruh dunia.” tutur Leonardus Mali.

Menurut Leonardus Mali, 70 negara yang terlibat itu, antara lain seluruh negara di benua Amerika; sejumlah negara di Eropa, termasuk Belanda, Kazakhstan, dan Rusia; sejumlah negara di Afrika, seperti Kenya, Madagaskar, Zimbabwe, Kongo, Sudan, Uganda, Malawi, dan Afrika Selatan; beberapa negara di Asia, termasuk Vietnam, Kamboja, Myanmar, Thailand, Hongkong, Jepang, Taiwan, Indonesia, dan India; serta Australia.

“Tidak dapat disangkal, para misionaris dan diaspora Katolik Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komponen bangsa indonesia. Mereka adalah duta Indonesia yang mempromosikan nilai serta budaya Indonesia, seperti kerukunan, kekeluargaan, kebinekaan, serta nilai kristiani yang terikat dengan budaya Indonesia yang sangat kaya dan beragam, di negara tujuan misi. Dan, ini merupakan penegasan bahwa Gereja Katolik Indonesia adalah bagian utama dari kekuatan peradaban lainnya yang membangun sebuah rumah bersama, yang bernama Indonesia,” ucapnya.

Isi kekosongan

Frans Simarmata, Koordinator Jaringan KKI dan Diaspora Katolik Indonesia Seluruh Dunia menuturkan, kehadiran KKI dan diaspora Katolik Indonesia serta misa berbahasa Indonesia secara daring mengisi kekosongan bagi diaspora di perantauan yang tidak bisa ke gereja atau berkumpul bersama saudara/keluarga. Warga Katolik Indonesia di luar negeri pun antusias dengan rencana perayaan Paskah, yang melibatkan perwakilan umat dan misonaris dari 70 negara.

“Hal itu juga sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan rohani dalam Bahasa Indonesia di negara domisili saat ini,” imbuh Frans di Australia.

Pastor Baltasar Lukem SVD, misionaris asal Indonesia di Rusia.
TRA

Pastor Baltasar Lukem SVD, misionaris asal Indonesia di Rusia.

Baca Juga: Kisah tentang Kata "Paskah"

Baltasar Lukem SVD, misionaris Indonesia di Rusia pun gembira dengan rencana perayaan Paskah secara online, yang melibatkan Diaspora Katolik Indonesia Sedunia. Kejadian ini baru pertama kali dalam sejarah Diaspora Katolik Indonesia. "Pertemuan ini menjadi penting karena tiga alasan. Pertama, merupakan momen perkenalan bagi Diaspora Katolik Indonesia yang tersebar atau berkarya di berbagai belahan dunia," ujarnya.

Kedua, lanjut Baltasar, perayaan Paskah Bersama merupakan momen indah untuk berbagi suka cita dan damai sejahtera serta saling meneguhkan satu sama lain. Ketiga, menjadi momen untuk berbagi pengalaman dalam kesaksian, tidak hanya soal iman Katolik, tetapi juga memperkenalkan Indonesia yang beragam budaya, suku, agama dan ras dan juga keindahan dan harmoni alam Indonesia. Inilah momen untuk memperkuat Persatuan Indonesia.

"Dalam kaitan dengan hal ini, Diaspora Katolik Indonesia harus selalu berpegang teguh pada prinsip 100 persen Katolik 100 persen Indonesia,” ingat Baltasar lagi.

Sedangkan Victor Fernandez, Ketua Jaringan KKI Meksiko menambahkan, meskipun tinggal di luar negeri, misionaris asal Indonesia dan anggota KKI merasa nasionalisme pada Indonesia tidak pernah pudar. “Saya tinggal di Mexico City sudah 46 tahun. Saya sekarang berusia 73 tahun, tetapi kami sekeluarga adalah 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia," paparnya lagi.

Victor mengakui paham betul misionaris Indonesia yang pertama kali, dan berikutnya, masuk ke Meksiko. Ia kini menjadi orang Indonesia yang tertua yang tinggal di Meksiko.

Editor:
Bagikan