logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanDPR Diharapkan Mendengarkan...

DPR Diharapkan Mendengarkan Suara Korban, Sahkan RUU TPKS

Desakan untuk membahas dan mengesahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual terus disuarakan para aktivis yang mendampingi korban kekerasan seksual. DPR terus digugah agar mendengarkan suara korban.

Oleh
Sonya Hellen Sinombor
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/0F15dAoYhDYZ9V6esYOxKjhe4AA=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F437e2fba-4c8a-417f-9c75-85d6d94e453c_JPG-1.jpg
KOMPAS/YOLA SASTRA

Anggota Jaringan Peduli Perempuan Sumatera Barat mengikuti aksi damai antikekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Jalan Jenderal Sudirman, depan Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Kamis (25/11/2021). Aksi ini menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual, terutama terhadap anak, di Sumbar sekaligus memperingati Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan Internasional.

JAKARTA, KOMPAS — Kekerasan seksual bukan kejahatan terhadap etika, melainkan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sudah banyak perempuan dan anak-anak menjadi korban. Oleh karena itu, sudah saatnya para wakil rakyat menjawab teriakan dan pertanyaan para korban kekerasan seksual, yang selama ini tidak mendapat keadilan, dengan melahirkan produk reformasi hukum.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta sensitif, membuka ruang nurani dan mendengarkan suara-suara para korban, dengan segera membahas dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi undang-undang.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan