logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanKetiadaan Hukum Membuat Daftar Korban Makin Panjang

Ketiadaan Hukum Membuat Daftar Korban Makin Panjang

Kekerasan seksual adalah fakta dan setiap hari perempuan dan anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, jadi korban. Saatnya semua melindungi korban dengan menghadirkan UU yang berpihak kepada korban.

Oleh Sonya Hellen Sinombor
· 1 menit baca
Memuat data...
ERIK UNTUK KOMPAS

Tiga pelaku pelecehan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur ditangkap aparat porles Konawe, Sultra, seperti terlihat pada Rabu (30/12/2020). Perlindungan terhadap anak dan perempuan mendesak dilakukan di tengah tingginya kasus kekerasan seksual yang terjadi.

JAKARTA, KOMPAS — Kekosongan perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual seharusnya semakin mendorong negara mewujudkan hadirnya Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Sebab, peraturan perundang-undangan tersebut akan berkontribusi pada lahirnya budaya baru yang lebih adil dan beradab dalam melihat persoalan kekerasan seksual dan dampaknya bagi korban, keluarga, komunitas, dan negara.

Pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) menjadi undang-undang juga akan memberikan landasan hukum yang kuat tentang jaminan rasa aman dan keadilan bagi korban. Ketiadaan perangkat hukum yang memadai menyebabkan daftar korban semakin panjang, dan korban terus terpuruk dengan dampak kekerasan berkepanjangan.

Editor: Ichwan Susanto
Bagikan
Memuat data..