logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanPerempuan di Pusaran Konflik...
Iklan

Perempuan di Pusaran Konflik Rentan Jadi Korban Kekerasan

Konflik yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia tidak jauh dari kehidupan perempuan. Bahkan, perempuan sering menjadi pihak yang dikorbankan. Perlu ada perhatian khusus pemerintah untuk melindungi para perempuan.

Oleh
Sonya Hellen Sinombor
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/wZwPsHjvbPmcw1z8C2-hcEGkpjc=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2F20201103korb-anak-dan-perempuan-pubabu_1604385284.jpg
KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA.

Perempuan dan anak-anak korban penggusuran paksa dari hutan adat Pubabu di Timor Tengah Selatan, Senin (24/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Perempuan sering berada dalam pusaran konflik dan menjadi bagian dari kelompok rentan ketika terjadi konflik sosial ataupun pasca- konflik. Oleh karena itu, kepentingan perempuan harus menjadi prioritas pada masa mitigasi konflik. Jangan sampai perempuan kembali terjebak dalam berbagai bentuk dan modus kejahatan, atau menjadi korban kekerasan setelah konflik berlalu.

”Jika dalam penanganan konflik dan pascakonflik tidak didasari dengan memperhatikan kelompok rentan, terutama perempuan, hal ini akan menimbulkan permasalahan-permasalahan lainnya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat menjadi pembicara kunci secara daring pada Konferensi Internasional ”Building Grounded & Sustainable Peace: Women’s Experience in Post Conflict Situations and the Realm of Radicalism”, Kamis (26/11/2020).

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan