logo Kompas.id
β€Ί
Pendidikan & Kebudayaanβ€ΊMungkinkah Siswa SMK...
Iklan

Mungkinkah Siswa SMK Bergantian Masuk Sekolah?

Bagi SMK, aktivitas belajar dari rumah amat sulit untuk mengembangkan keterampilan siswa. Padahal, keterampilan inilah yang menjadi keunggulan SMK.

Oleh
FAJAR RAMADHAN
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/gvsDp7YAtXDnTEO1bpQ9vURrW_0=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F06%2F20200624_ENGLISH-TAHUN-AJARAN-BARU_C_web_1593007882.jpg
KOMPAS/RIZA FATHONI

Pelajar mengikuti praktik mata pelajaran praktik kejuruan saat pelaksanaan persiapan tatanan normal baru di SMK Jayawisata 2, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Selain mengadakan kelas teori secara daring, pihak SMK pariwisata tersebut juga melakukan pembatasan kehadiran siswa ke sekolah untuk mata pelajaran praktik serta menerapkan protokol kesehatan, seperti cuci tangan, pengukuran suhu tubuh, penggunaan pelindung wajah, masker, sarung tangan, dan jarak fisik.

JAKARTA, KOMPAS β€” Sembari menunggu kepastian dari regulator, para pengelola SMK tengah menyiapkan strategi pembelajaran untuk menyambut tahun ajaran 2020/2021 yang direncanakan dimulai 13 Juli. Mereka berharap dapat melakukan pembelajaran tatap muka secara bergantian guna menjaga kompetensi siswa SMK.

Kepala SMK Negeri 13 Jakarta Maimunah berharap siswa dapat masuk ke sekolah secara bergantian. Aktivitas belajar-mengajar di sekolah ini penting karena siswa SMK perlu mengakses fasilitas sekolah untuk melakukan praktik.

Editor:
agnesrita
Bagikan