logo Kompas.id
β€Ί
Deskβ€ΊBuangi Tomat karena Harga...
Iklan

Buangi Tomat karena Harga Anjlok, Petani Gayo Butuh Industri Pengolahan

Biasanya harga jual tomat di tingkat petani antara Rp 3.000 dan Rp 4.000 per kilogram. Namun, sejak dua minggu lalu, harga turun menjadi Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram. Petani pun membuang tomatnya.

Oleh
ZULKARNAINI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/0YPMYsx1Gs8Ejcx6Kyp20Kz5SCk=/1024x731/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2FWhatsApp-Image-2021-08-03-at-15.01.56_1627990315.jpeg
HARIS UNUTUK KOMPAS

Tomat hasil panen petani di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, yang dibuang oleh petani karena harga anjlok, Selasa (3/8/2021).

SIMPANG TIGA REDELONG, KOMPAS β€” Memasuki masa panen, harga tomat di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, jatuh ke titik terendah. Petani merugi karena tomat tidak terserap pasar, bahkan membuangnya. Petani membutuhkan industri pengolahan yang bisa konsisten menyerap produknya.

Muhammad Haris (48), petani tomat dari Desa Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, dihubungi pada Selasa (3/8/2021) mengatakan, biasanya harga jual tomat di tingkat petani antara Rp 3.000 dan Rp 4.000 per kilogram. Namun, sejak dua minggu lalu harga turun menjadi Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram.

Editor:
aufrida wismi
Bagikan