logo Kompas.id
β€Ί
Desk Internasionalβ€ΊSecuil Kisah Intelijen CIA di ...
Iklan

Secuil Kisah Intelijen CIA di Bumi Nusantara

Karya akademisi yang disponsori CIA malah menjadi rujukan aktivis kiri. Padahal, tujuan proyek itu adalah untuk membendung penyebaran paham politik kiri.

Oleh
KRIS MADA
Β· 1 menit baca
Clifford Geertz, antropolog asal Amerika Serikat, ketika diwawancara wartawan <i>Kompas,</i> St Sularto.
KOMPAS

Clifford Geertz, antropolog asal Amerika Serikat, ketika diwawancara wartawan Kompas, St Sularto.

Perang Dingin, yang secara resmi berakhir lebih dari 30 tahun silam, antara lain melibatkan kegiatan intelijen, seperti mata-mata alias spionase. Di antaranya adalah dengan melibatkan para sarjana terkenal. Indonesia pun tidak luput dari sasaran jaringan spionase para akademisi terkenal itu.

Keterlibatan para sarjana itu terungkap puluhan tahun setelah mereka meneliti Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara. Pada era Perang Dingin, Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan pertarungan pengaruh antara Blok Barat dan Blok Timur. Belakangan dengan munculnya persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China, Asia Tenggara kembali menjadi medan persaingan pengaruh kedua negara tersebut.

Editor:
FX LAKSANA AGUNG SAPUTRA
Bagikan