logo Kompas.id
β€Ί
Cerpenβ€ΊUpacara Ona
Iklan

Upacara Ona

Orang-orang mulai memperhatikan dengan lebih teliti penampilan Ona. Pengakuan-pengakuan mereka kadang tak masuk akal.

Oleh
Kiki Sulistyo
Β· 1 menit baca
-
SETIYOKO HADI

-

Setiap Kamis ia akan mengenakan terusan kuning mentega yang ramping di bagian pinggang dan lebar di bagian bawah, juga sepatu flats merah dengan tali putih di tepi depan. Itu busana paling cerah yang dimilikinya. Setelah menatap pantulannya yang riang dalam cermin, ia akan mengambil payung, berputar-putar sebentar, sebelum kemudian keluar, menuju pekuburan.

Di depan pintu ia kembangkan payung. Tak peduli hari sedang terang atau mendung mengandung hujan. Dengan kaki ringan ia menyeberang, berjalan ke kanan, melewati toko mebel, tambal ban, warung kopi kecil dengan bangku panjang, dan sebatang beringin yang sulur-sulurnya menjuntai serupa janggut moyang. Persis di samping beringin itu ia akan berbelok, di sanalah pekuburan terhampar: dingin dan tenang. Nisan-nisan marmer berderet-deret. Huruf-huruf yang tercetak di nisan-nisan itu kadang kemilau tertimpa sinar matahari. Meski begitu, siapa pun dapat merasakan bahwa matahari tak mampu memberi kesan hangat pada pekuburan itu.

Editor:
MOHAMMAD HILMI FAIQ
Bagikan