logo Kompas.id
β€Ί
Cerpenβ€ΊApi Kota Smyrna[1]
Iklan

Api Kota Smyrna[1]

Karena dianggap meresahkan, sang sultan akhirnya mengutus pasukan yeniceri untuk menupas pengikut Sabbatai yang bersembunyi di Smyrna. Betapa mengerikan api yang disulut pasukan yeniceri untuk menupas pengikut Sabbatai.

Oleh
Risda Nur Widia
Β· 1 menit baca
-
OYASUJIWO

-

Syahdan di hadapan Hatem, kota Smyrna seperti sosok sekarat yang menanti Dewa Thanatos[2] menjemputnya. Sepanjang mata bergelimpang puing gosong bangunan, matang bangkai unta dan kuda, serta cabik-cabik pedang serdadu yeniceri[3] yang tertinggal di tubuh ratusan manusia. Orang-orang yang selamat dari penyerbuan serdadu Sultan Memed IV itu memilih bersembunyi, atau melarikan diri ke kota-kota jauh. Arkian, kota Smyrna menjadi gurun gersang disesaki asap, bau bangkai, dan sangat berbanding terbalik dengan diorama yang dimilikinya dahulu.

Hatem ingat, dahulu bila memasuki bulan April hingga Agustus, ketika batang-batang pohon chinar memekarkan daunnya sebagai tanda musim laut tiba di sana, banyak musafir dari Eropa, khususnya pedagang Perancis, Spanyol, Rusia, Italia, atau Belanda, akan memarkirkan kapal-kapal mereka di Pelabuhan Myrna Hayuk, setelah berminggu-minggu berlayar di Laut Angea atau Ionia. Sebagai seorang recensu janitors[4] di pelabuhan, Hatem sering membantu para kelasi menurunkan barang mereka. Benda seperti kulit domba, rempah-rempah, hingga kerajin tembikar berduyun turun memenuhi gudang para mercator[5], untuk kemudian diantar ke kota-kota lain, seperti Pergamum, Thyatria, atau Laodicea, yang berada bermil-mil jauhnya di balik Gunung Pagos.

Editor:
MOHAMMAD HILMI FAIQ
Bagikan