logo Kompas.id
β€Ί
Cerpenβ€ΊBukan Seorang Drupadi
Iklan

Bukan Seorang Drupadi

Kali ini kematian keempat. Orang-orang desa tak lagi terburu-buru melayat. Mereka seakan menunggu apakah yang akan terjadi. Di sepanjang jalan menuju rumah Nyonya Lindri, kami bermain tebak-tebakan...

Oleh
Artie Ahmad
Β· 1 menit baca
-
RAHARDI HANDINING

-

Kabar kematiannya tersiar dari pelantang suara masjid. Jelas betul bagaimana marbot masjid menyebut namanya, umurnya, waktu kematian, dan pukul berapa upacara kematiannya akan dilangsungkan. Sekali lagi marbot masjid mengulang... ”Nyonya Lindri, usia 80 tahun, meninggal pukul 03 pagi, dan akan dimakamkan di pemakaman umum Lemah Tentrem pukul 14 siang nanti!”

Ini bukan kali pertama kabar kematian Nyonya Lindri tersebar ke seluruh penjuru desa lewat pelantang suara. Pengumuman hari ini, berarti sudah menggenapkan kali keempat kabar kematiannya. Masih jelas di ingatan bagaimana gemparnya warga desa ketika mendengar kematian Nyonya Lindri untuk pertama kali. Dia yang dikenal sebagai titisan Drupadi, nyatanya bisa mati. Setidaknya itu yang sempat kudengar saat pergi mencari gedebok pisang dengan beberapa warga untuk bantalan mandi jenazah.

Editor:
MOHAMMAD HILMI FAIQ
Bagikan