logo Kompas.id
Bebas AksesKisah Azka, Bocah 4 Tahun yang...
Iklan

Kisah Azka, Bocah 4 Tahun yang Selamat dari Kecelakaan Maut Balikpapan: ”Aku Melayang, Terbang”

”Kakak, tadi mobil aku melayang, terbang. Aku kehimpit kursi mobil. Kaca mobil sobek,” kata Azka, seperti diceritakan Afifah saat ”Kompas” temui, Jumat (21/1/2022).

Oleh
SUCIPTO
· 5 menit baca
Afifah (18) duduk menunggu sepupunya, Azka (4), yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan di simpang Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022). Sebanyak 4 orang meninggal, 4 luka parah, dan 26 luka ringan.
Kompas/Sucipto

Afifah (18) duduk menunggu sepupunya, Azka (4), yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan di simpang Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022). Sebanyak 4 orang meninggal, 4 luka parah, dan 26 luka ringan.

Langit sedang mendung ketika Azka (4) duduk di bagian tengah mobil Daihatsu Ayla merah. Di jalan menurun, mobil itu melambat begitu sang ayah melihat lampu merah menyala di simpang Muara Rapak, Kota Balikpapan. Tak lama berselang, pukul 06.19 Wita, sebuah truk tronton merah melaju kencang dari belakang, menabrak deretan motor di depannya, kemudian menyambar mobil yang Azka tumpangi.

Brak, brak, brak! Dari sebuah CCTV, terlihat mobil yang Azka tumpangi terdorong, kemudian menghantam tiga mobil di depannya. Truk tronton terus melaju, mobil Azka terseret, kemudian bagian belakangnya terguling ke depan. Truk belum berhenti dan kembali menghantam mobil Azka.

Sebuah sepeda motor tersangkut di bagian bawah truk, tetapi truk terus melaju. Mobil Azka kembali terdorong oleh laju truk sampai sekitar 100 meter dari tempat terakhir berhenti.

Setelah mendengar kabar kecelakaan, Afifah (18), sepupu Azka, langsung bergegas ke lokasi. Dari kabar yang beredar, salah satu korban dalam kecelakaan itu adalah M Yamin dan Marwiah, ayah dan ibu Azka.

Afifah tancap gas. Ia sampai di Klinik Ibnu Sina sekitar pukul 09.00 Wita. Pihak rumah sakit bilang Azka dalam kondisi baik dan bisa ditemui. Perawat di rumah sakit meminjamkan Azka sebuah gawai agar bocah itu bisa menonton hiburan.

”Kakak, tadi mobil aku melayang, terbang. Aku kehimpit kursi mobil. Kaca mobil sobek,” kata Azka, seperti diceritakan Afifah saat Kompas temui, Jumat (21/1/2022).

Afifah mengecek kondisi badan anak itu. Terdapat lecet kecil di bagian punggung dan kakinya. Afifah menduga luka itu akibat pecahan kaca mobil saat kecelakaan. Selebihnya, tubuh Azka baik-baik saja.

Setelah kami cek di lima rumah sakit rujukan, korban meninggal dunia saat ini 4 orang, luka berat 4 orang, dan luka ringan 26 orang.

Namun, ayah dan ibu Azka mengalami luka yang amat serius. Afifah bercerita, ayah Azka sedang dalam proses operasi di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Adapun kondisi ibunya juga kritis dan langsung dirawat di RSUD Beriman Balikpapan.

”Azka belum bertanya tentang orangtua. Setelah saya datang, dia langsung tidur. Semoga orangtua Azka baik-baik saja,” harap Afifah.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Ga-QBWq188xsELgbuV-78wHay8g=/1024x861/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F01%2F21%2Fb6a86407-b67b-4c7a-9eaf-bf0c4dd8b42e_png.jpg
Suasana pembersihan jalan setelah terjadi kecelakaan di simpang Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022).
Kompas/Sucipto

Suasana pembersihan jalan setelah terjadi kecelakaan di simpang Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022).

Menurut Afifah, Azka dan keluarga tinggal di Samarinda, berjarak sekitar 130 kilometer dari Balikpapan. Dari kabar keluarga dekat, keluarga Azka baru saja mengantar kerabat ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan turut mendampingi Azka. Nurul Mahmudah Umar, psikolog DP3AKB, bilang bahwa Azka butuh pemulihan kondisi psikologis. Sebab, kejadian kecelakaan yang dialami masih terngiang pada sang anak.

”Saat diajak berbicara, Azka belum fokus. Kami berkoordinasi dengan keluarga agar tidak membawa Azka ke rumah sakit terlebih dahulu melihat orangtuanya,” ujar Nurul.

Iklan

Kecelakaan maut itu terjadi di simpang empat Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dari rekaman kamera CCTV yang beredar, kejadian itu terjadi pukul 06.19 Wita.

Data yang dihimpun Polda Kaltim, terdapat belasan kendaraan rusak parah, yakni 4 mobil, 2 unit pikap, dan 14 sepeda motor. Kecelakaan itu merusak lampu jalan dan pagar pembatas jalan. Semula, kepolisian menyebut lima orang meninggal.

"Setelah kami cek di lima rumah sakit rujukan, korban meninggal saat ini 4 orang, luka berat 4 orang, dan luka ringan 26 orang. Data ini akan kami perbarui terus,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Komisaris Besar Sonny Irawan.

Baca juga : Polri Kerahkan Tim Analisis Selidiki Kecelakaan Maut Truk di Balikpapan

Adapun sang sopir truk tronton, MA (48), selamat meskipun kondisi depan truk penyok dan kaca truk pecah. Ia langsung diperiksa di Polresta Balikpapan. Sonny bilang, saat diinterogasi, lelaki itu dalam keadaan sadar. Adapun tes penggunaan narkoba juga hasilnya negatif.

Dari pemeriksaan awal, MA bercerita bahwa truk tersebut dalam kondisi normal saat mulai dikendarai di Km 13 Kecamatan Balikpapan Utara. Kontainer 20 feet itu mengangkut kapur pembersih air dengan berat 20 ton. Tujuan sang sopir adalah Kampung Baru, Kecamatan Balikpapan Barat.

”Dari keterangan sopir, rem sudah tidak berfungsi ketika sampai di jalan menurun. Saat ini, polisi masih mendalami dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Kami akan menggunakan teknologi dalam traffic accident analysis,” tambah Sonny.

Polisi memasang garis polisi pada truk kontainer yang menabrak belasan kendaraan dalam kecelakaan di simpang Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022). Sebanyak 4 orang meninggal, 4 luka parah, dan 26 luka ringan.
Kompas/Sucipto

Polisi memasang garis polisi pada truk kontainer yang menabrak belasan kendaraan dalam kecelakaan di simpang Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022). Sebanyak 4 orang meninggal, 4 luka parah, dan 26 luka ringan.

Berulang

Sepanjang 2009 sampai Januari 2021, setidaknya terjadi 11 kecelakaan di jalan menurun perempatan Muara Rapak tersebut. Kejadian yang Azka alami ini tercatat yang terparah serta memakan paling banyak korban jiwa dan luka-luka.

Setelah kecelakaan maut tersebut, Pemkot Balikpapan melakukan rapat dengan kepolisian. Hasilnya, ada pengurangan jam melintas untuk kendaraan alat berat yang mengangkut peti kemas dan sejenisnya. Dalam Peraturan Wali Kota Balikpapan No 60/2016, kendaraan 40 feet dilarang melintas di dalam kota pukul 06.00-21.00, sedangkan kendaraan 20 feet tak boleh melintaspukul 06.30-09.00 dan 15.00-18.00.

”Mulai malam ini, semua alat berat hanya bisa melewati jalan dalam kota pukul 22.00-05.00. Di luar itu, truk tronton lewat jalan tol saja,” ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Rahmad menjelaskan, Dinas Perhubungan Kota Balikpapan sudah memeriksa dokumen truk tronton tersebut. Hasilnya, truk itu sudah melalui uji kir rutin. Anggota Dinas Perhubungan Kota Balikpapan akan dikerahkan berjaga di sejumlah titik. Menurut Rahmad, Dishub Kota Balikpapan sedang berkoordinasi dengan kepolisian untuk menentukan jumlah pos dan titik pengawasan.

Kondisi truk tronton yang mengalami rem blong dan menabrak puluhan kendaraan di simpang empat Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022).
Kompas/Sucipto

Kondisi truk tronton yang mengalami rem blong dan menabrak puluhan kendaraan di simpang empat Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022).

Kepala Polda Kaltim Inspektur Jenderal Imam Sugianto akan mengumpulkan forum koordinasi lalu lintas daerah. Kejadian berulang ini akan dikaji untuk mencari jalan keluar guna mencegah kecelakaan berulang.

”Apakah mungkin kita ambil langkah rekayasa jalan untuk mengantisipasi kejadian selanjutnya. Selanjutnya, kami akan tindak tegas pemilik kontainer manakala ada pelanggaran yang mereka lakukan, seperti pengecekan rutin kelaikan kendaraan atau kir,” kata Imam.

Sudah jelas kejadian yang Azka alami ini bukan yang pertama menurut catatan kepolisian dan dinas perhubungan setempat. Pengguna jalan lain tentu ingin langkah antisipasi konkret.

Baca juga : Kecelakaan di Balikpapan Tewaskan 5 Orang, Diduga karena Rem Blong

Editor:
NELI TRIANA
Bagikan