logo Kompas.id
Artikel OpiniMengurangi Hegemoni Parpol

Mengurangi Hegemoni Parpol

Partai politik harus membuka kesempatan bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam pencalonan presiden dan wakil presiden. Hegemoni parpol harus dikurangi, salah satu caranya dengan menggelar konvensi capres.

Oleh
ZENNIS HELEN
· 1 menit baca
Ilustrasi
SUPRIYANTO

Ilustrasi

Pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) masih sekitar dua tahun lagi. Namun, kesibukan di internal parpol menyambut kontestasi lima tahunan itu sudah mulai tampak. Kantor parpol sudah sering buka. Silaturahmi lintas parpol sudah gencar dilakukan, termasuk dengan para tokoh, sesepuh, dan elite negeri ini. Hari Raya Idul Fitri 1443 H tampaknya dimanfaatkan oleh elite parpol sebagai momentum silaturahmi.

Sejauh ini, yang tampak oleh publik, parpol masih berbicara tentang siapa calon yang akan diusung dalam pilpres. Beberapa ketua umum parpol digadang-gadang untuk maju pilpres. Ada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua DPR Puan Maharani, Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan masih banyak lagi.

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan