TajaMembentuk Karakter Positif Anak dengan Tepat

Membentuk Karakter Positif Anak dengan Tepat

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2023/01/Sampoerna-Academy-5-Membentuk-Karakter-Positif-Anak-dengan-Tepat-765x432.jpg
Dok. Sampoerna Academy

Ilustrasi anak dengan karakter positif.

Setiap orangtua tentu berharap anaknya memiliki karakter positif karena ini dapat membantu anak dalam menjalani kehidupan dengan baik.

Anak dengan karakter positif memiliki kecenderungan untuk berhasil dalam hubungan interpersonal. Karakter positif juga dapat membantu anak memiliki sikap lebih ramah, berbelas kasih, kooperatif, dan menghormati orang lain.

Karakter positif dapat dikembangkan sejak dini. Melansir laman childrencentral.net, orangtua dapat mengajarkan sejumlah perilaku positif untuk memupuk karakter positif si kecil.

Kebaikan hati

Kebaikan hati merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki seseorang. Bukan sekadar mengucapkan kata “terima kasih” saat diberi sesuatu, kebaikan hati juga mencakup berbagai tindakan kemurahan hati, kasih sayang, dan berusaha membantu orang lain tanpa mengharap imbalan.

Sebagai orangtua, Anda bisa mengajarkan anak-anak tentang kebaikan hati melalui interaksi sehari-hari. Contohnya, ayah memberikan pujian kepada ibu yang telah memasak menu hidangan lezat. Anda juga dapat menjadikan tindakan-tindakan terpuji sebagai bagian dari rutinitas, misalnya mengajarkan anak berbagi makanan dengan adik atau kakak.

Menghadapi tantangan

Anak-anak yang tahan terhadap tantangan hidup biasanya akan menjadi lebih kuat dan bijaksana. Mereka yang tangguh akan dapat mengatasi badai yang mengadang. Dengan begitu, mereka tidak ragu untuk bergerak maju.

Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk membiasakan anak agar berani menghadapi tantangan. Ketika anak-anak dihadapkan pada situasi sulit, coba dorong mereka untuk mencari solusi. Upaya ini juga dapat membantu anak lebih mandiri dan tangguh saat dewasa kelak.

Utamakan kejujuran

Mengajarkan anak tentang kejujuran bukan perkara mudah. Anak-anak terkadang berbohong untuk meraih sesuatu yang diinginkannya. Untuk itu, orangtua diharapkan dapat membantu anak-anak memahami bahwa berbohong bukanlah jawaban atau tindakan bijak.

Orangtua harus dapat mendorong anaknya untuk jujur secara konsisten, sekalipun si anak melakukan kesalahan.

Anda jangan ragu untuk memberikan pujian atas keberanian anak untuk berbicara jujur, meskipun kebenaran tersebut terkadang dapat membuat Anda marah. Orangtua hendaknya juga  bersikap terbuka dalam percakapan. Dengan demikian, anak akan merasa dipercaya dan semakin memahami betapa pentingnya nilai-nilai kejujuran.

Tingkatkan keberanian

Keberanian yang dimaksud merupakan keberanian untuk mengambil risiko serta memiliki keyakinan diri melakukan sesuatu yang terbilang tidak mudah. Anda dapat mencontohkan keberanian kepada buah hati Anda. Misalnya, mengungkapkan kejujuran atau menyediakan waktu untuk membantu ketika anak menghadapi kesulitan.

Anda juga harus berusaha menciptakan lingkungan yang mampu memberikan rasa aman anak-anak saat mengambil keputusan. Berikan mereka ruang untuk mengambil kesempatan yang mungkin dirasa sulit dilakukan.

Rasa empati

Rasa empati dapat ditumbuhkan pada anak dengan mengajarkannya menempatkan diri pada posisi orang lain. Contohnya, Anda bisa menunjukkan rasa sedih atau duka terhadap mereka yang menjadi korban bencana.

Setidaknya itulah hal-hal yang dapat diajarkan orangtua kepada anak untuk membangun karakter positif.  Agar lebih mudah mengajarkan nilai-nilai tersebut, orangtua juga dapat menjadi panutan bagi anak-anak.

Selain dari orangtua, karakter positif pada anak juga bisa dikembangkan di sekolah. Pilihlah sekolah dengan metode pembelajaran yang mampu mengembangkan karakter positif anak.

Salah satunya adalah metode pembelajaran yang berfokus pada science, technology, engineering, arts, dan mathematics (STEAM) seperti yang terdapat di Sampoerna Academy.

School Director of Sampoerna Academy Mustafa Guvercin mengatakan, sekolah internasional ini mengombinasikan tailored-curriculum, metode STEAM dengan pendekatan project based learning (PBL), serta program pembelajaran trilingual, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

“Sampoerna Academy mengintegrasikan komunikasi dan kolaborasi dalam proyek tim dan kecakapan atas berbagai macam bahasa untuk menciptakan lingkungan yang menumbuhkan budaya inovasi dan kolaborasi,” ujar Mustafa.

Mustafa juga menjelaskan, selain PBL dan metode STEAM, Sampoerna Academy memiliki kultur mendukung pengembangan karakter atau perilaku positif anak, yaitu integrity, growth mindset, nobility, innovation, teamwork, dan excellence (IGNITE).

Nilai IGNITE memberikan landasan untuk pengembangan kualitas, karakteristik, dan sikap individu yang memungkinkan anak mengembangkan kesadaran diri yang kuat.

“Meski berbasis internasional, Sampoerna Academy menjunjung nilai-nilai Asia dalam pembelajaran guna menanamkan nilai-nilai keharmonisan sosial, ketertiban, dan rasa hormat pada siswa,” tegas Mustafa.

Untuk menumbuhkan karakter positif, guru-guru di Sampoerna Academy akan memberikan penilaian IGNITE dengan penggunaan bagan hadiah (reward chart). Hal ini karena siswa, khususnya yang lebih muda, akan merespons dengan baik hadiah yang dapat dilihat dan disentuh (tangible reward).

Seiring perkembangan dan usia mereka, anak-anak akan memahami dan menghargai penghargaan yang tidak berwujud (intangible reward). Pada tahap ini, guru akan mulai menarik hadiah yang biasa diberikan, seperti stiker, dan mengubahnya menjadi pujian verbal.

Para guru dan staf di Sampoerna Academy juga dapat menjadi pendengar yang baik dan panutan bagi siswa. Dengan menjadi pendengar yang baik, guru dapat membantu anak dalam berempati.

Hal tersebut karena mereka dapat menyadari bahwa perasaan mereka itu penting. Para guru dan staf juga akan menunjukkan kesabaran saat anak-anak mengamuk atau tantrum di lingkungan sekolah. Dengan begitu, siswa akan belajar bersabar saat menghadapi konflik.

Sampoerna Academy juga menyediakan safe space yang merupakan tempat bagi anak-anak yang ingin menjauh dari orang lain untuk menangani emosi besar mereka dengan cara dan kecepatan mereka sendiri.

Lingkungan itu akan membantu siswa menemukan kemampuan mengatur dirinya sendiri atau self regulation. Dengan berbagai fasilitas dan metode pembelajaran yang diterapkan Sampoerna Academy diharapkan dapat membantu membentuk karakter positif anak.

Informasi lebih lanjut mengenai metode pembelajaran dan fasilitas di sekolah internasional tersebut, Anda dapat mengakses situs web atau media sosial Sampoerna Academy. [*]

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Sampoerna Academy.
Iklan